Senin, April 08, 2019

Roll Coaster

Diposting oleh ghea utari di Senin, April 08, 2019
Ketika masih kecil, mungkin sekitar umur 3 tahun, rumah saya masih belum berlantai dua. Masih ada halaman dan pohon mangga. Hobi kami bertiga: ayah ngelukis, mama bikin susu, saya minum susu.

Waktu sudah agak besar, mungkin umur 10 tahun, rumah saya sudah ada lotengnya. Hobi kami: gelar tiker habis shubuh, tiduran, sambil lihat bintang.

Masih edisi mellow. Ngerasa hidup ini roll coaster dengan teman hidup yang berbeda. Pada akhirnya semua akan tiada. Saya termasuk orang yang takut menghadapinya. Takut belum bisa bawa bekal apa-apa. Takut ga ada yang doain saya. Ah.. tapi kalau lihat Safa, rasanya seperti melihat hari ini saja. Semua ketakutan tentang saya hilang, justru sekarang semua tentang Safa, kenapa Safa nangis terus, kenapa matanya menghitam, gimana caranya biar nggak cegukan dan gumoh, duh kakak Safa pup di handuk, dan sebagai sebagainya.

Roll coasternya mungkin sama, teman menemaninya yang berbeda. Sepertinya itu cukup mengubah level ketakutan. Kalau dulu saya ada yang melindungi, sekarang harus saya dan suami yang melindungi. Bismillah..

0 any question or statement?:

Posting Komentar

 

Jurnal Biasa Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei