Sabtu, Juli 02, 2016

Bahagia itu Sederhana :)

Diposting oleh ghea utari di Sabtu, Juli 02, 2016
"Tuh, nanti kalau udah tua semoga bisa kayak Bapak itu" kata si ayah beberapa tahun silam ketika melihat kakek-kakek penjual mainan anak-anak. Si kakek naik sepeda ontel, kadang naik, kadang sepedanya di papah sambil berjalan kaki. Mainan yang dijual adalah mainan sederhana, misalnya baling-baling atau mobil dorong dari kayu.

---

"Ntar habis dari dokter, kalau ketemu kakeknya kita samperin yaa"

---

"Ituuuu kakeknyaaa... stooooppp"

Jalan ke si kakek. Tuk tuk tuk.

Si kakek bilang, "Nih buat neng aja semuanya.. Bapak mau pulang ke rumah.." sambil nyodorin lima buah baling-baling.

"Eh, jangan keek, saya bayar aja, berapaan Pak??"

"Udah ambil aja ga apa-apa.."

"Ya udah saya beli segini aja ya kek.." *ngasih uang seadanya

"Eh.. ini ditambah lagi.. sama yang ini deh.."

"Segini udah banyaak Pak.. Makasih banyak Pak.." langsung ngacir ke Mas Randi.

Sepanjang jalan, masnya dibuat berisik sama suara baling-balingnya. Hehe. Maap yak. Lagi hepi nih.

---

Beberapa tahun yang lalu, saya tulis teman itu sederhana,
Beberapa bulan yang lalu, saya tulis bahagia itu sederhana,
Baling-baling bambu ini juga, sederhana..
Sederhana itu.. semacam adonan dasar ketika Tuhan menciptakan kamu,
orang yang ada di balik helm di depan saya.

Ciledug, Awal Juli 2016.
Sebentar lagi lebaran.
 

0 any question or statement?:

Posting Komentar

 

Jurnal Biasa Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei