Senin, Maret 07, 2016

Doa

Diposting oleh ghea utari di Senin, Maret 07, 2016
Waktu itu masih pagi, saya dan Tijul sedang minum kopi di Indomart di samping Universitas Bina Nusantara di bilangan senayan. Indomartnya ada di dalam pom bensin. Jadi, pemandangan kita pagi itu adalah para pekerja, anak-anak kuliah, ataupun anak-anak sekolah yang mau berangkat ke kantor atau sekolah mereka. Kantor atau sekolah mereka bukan di pom bensin, bukan. Mereka hanya mau mengisi bensin kok di sini.

"Kyaaa juul, 2 minggu lagii. Dari total pacaran 4 tahunan, lu LDR 2 tahun kan jul?? Kok bisa sih jul??"

"Ga tau ghee, gua berdoa aja terus, ga bisa ngapa-ngapain lagi.."

"Emang doa lu apa?"

"Gua mau disatuin sama kinsya.."

*hening*

"Jul, sejujurnya gua selalu takut mau doa kayak gitu. Dulu pernah. Tiap malem gua berdoa, buat gua dan dia, hampir tiap malem selama satu dua tahun itu. Tapi endingnya, lu tau sendiri.."

"Yaa.. ga tau sih ghe.. tapi gua masih percaya sama kekuatan doa kok.. dulu pernah ada orang yang gua cemburuin banget dan dia satu kantor sama Kinsya. Gua berdoa biar mereka ga ngapa-ngapain. Eh, alhamdulillah si perempuan itu ga berapa lama pindah kantor. Jangan takut buat berdoa, Ghe.."

Hmm.. jadi keinget.. dulu, seorang pakde pernah bercerita, doa orang yang ingin berjodoh insyaallah akan dijabah ketika keduanya saling berdoa, bukan hanya salah satu. 

Tuhan, aku tahu jodoh ada di tanganmu, jadi maaf jika doaku lancang ya, Tuhan..

Orang-orang seperti nggak ada hentinya datang ke pom bensin. Dari sekian banyak orang itu, saya selalu terkagum-kagum karena tidak ada satu pun yang saya kenal. Mungkin probabilitanya seperti six sigma eror di mana dari 6 juta kali kejadian, toleransi kesalahannya hanya 1. Mungkin dari 6 juta orang yang saya temui hari ini, hanya 1 yang saya kenal.

---

Hari pernikahan Tijul, pagi itu hujan deras. Alhamdulillah. Mama bilang nanti saja datangnya waktu resepsi. Tapi, ini nikahannya Tijul. Saya mau datang akad. Saat hujan begini, nggak mungkin mas Randi ke rumah naik motor. Saya sajalah yang ke rumahnya.

Masih jam 07.20 ketika saya sampai di kompleks sana. Singkat cerita, mobil saya rusak. Damn!

Literally rusak. Akhirnya, dengan terseok-seok, sampailah si Jagur ke depan rumah mas Randi jam 07.30. Cuma, gimana ini?? Masuk dulu ke dalam? Nggak.. ini nggak sesuai skenario.. Skenario awalnya adalah saya akan bertemu orang tua mas randi ketika mas randi sudah bekerja. Tapi, ini hujan, dan mobilnya rusak. Haaaaa

"Ndi.. suruh masuk aja"

Akhirnya, Jagur masuk ke rumah mas Randi. Mas Randi dan Mas Didit (kakaknya) akhirnya memperbaiki Jagur. Sambil menunggu, saya mengobrol dengan mamanya Mas Randi. "Yaah, kita kan udah berusaha, yang penting niatnya. Kalau akhirnya ga bisa dateng akadnya ya itu sudah takdir dari atas" -kata Mamanya Mas Randi.

Nggak boleh meremehkan kekuatan doa ternyata, tapi juga nggak boleh lupa kalau ada takdir yang kita nggak tahu. Pertemuan hari itu pun, mungkin salah satu takdir, atau bagian dari doa?

---

"Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin. Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS 55: 29-32)

0 any question or statement?:

Posting Komentar

 

Jurnal Biasa Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei