Tapi ga tau kenapa marah, banget.
Di dashboard saya, mayoritas menyalahkan individu, menyalahkan supporter.
"Lagian ngapain bawa anak ke stadion"
"Lagian ngapain sih rusuh"
"Udah bener nonton di rumah"
Wah.
184 orang per hari ini wey.
Makin saya lihat video-videonya, makin kesal. Sudah jelas supporter mundur ketika dihadang polisi. Buat apa tembakan gas air mata?
Sudah jelas-jelas supporter menghadang tengah lapangan, kenapa gas itu diarahkan ke tribun?
Sudah jelas-jelas stadion penuh, KENAPA GA ADA PINTU KELUAR?????
Kalau dirunut siapa yang salah, semua salah. Tapi kalau ditanya apa yang menyebabkan kematian? Sesak nafas dan terinjak. Apa yang bikin sesak nafas dan terinjak? Gas dan pintu!
Masih bisa nyalahin individu?
Tanpa menggeneralisir bahwa supporter ricu itu benat, tapi.. supporter ricuh tuh sudah biasa. Sebagai penyelenggara, sudah wajib untuk bikin manajemen risiko ini. Tapi kenapa baru kali ini yang penanganannya sangat hiperbol?
Nyawa cuma dihargai 50rb.
Ketika dunia sangat terpukul dengan kejadian ini, bisa-bisanya kita, saudara sendiri, seperti menganggap ini hal yang biasa saja? Bahkan nyalahin individu??
Astagaa mau kiamat emang dunia ini.

0 any question or statement?:
Posting Komentar