Sudah masuk bulan ke - 7!
Deg-degan? Pasti. Sekarang sudah mulai googling-gooling rumah sakit untuk kelahiran.
GILEEE!! Mahal-mahal bener!
Seperti saya yang biasanya, ketika mencari sesuatu, yang pertama kali saya lihat adalah harga! Kedua baru kualitas. Kenapa? Karena harusnya kualitas mah sama saja ya.. Namanya orang lahiran kan sudah sering, banget. Dari zaman nabi adam sampai sekarang ada 7 milyar penduduk di dunia juga semuanya tercipta karena proses yang namanya lahiran.. Dari zaman dulu belum ada dokter sampai sekarang rumah sakit udah macam hotel juga semua anak yang menghirup napas pertama bermula dari proses lahiran.. jadi logikanya, mau di mana pun lahiran, harusnya prosedurnya sudah standar ya.. kecuali kalau lahiran sama dengan penyakit tertentu yang hanya bisa disembuhkan di rumah sakit tertentu. Tapi dari awal teman-teman dan keluarga sudah memberikan mindset : ORANG HAMIL beda dengan ORANG SAKIT.
Jadilah saya coba urutkan beberapa alternatif tempat untuk lahiran:
1. BWCC. Saya selalu kontrol di klinik ini. Selain harganya yang standar (lebih tinggi dari kontrol di bidan, tapi sama dengan klinik persalinan pada umumnya), alat-alatnya juga (konon) lebih canggih dari rumah sakit internasional. Wallahualam. Untuk biaya persalinan pun relatif murah, sekitar 6 - 8 juta untuk normal. Kekurangannya, ruangan persalinannya sempit. Kalau saya ajak ibu dan mertua, kayanya ndak memungkinkan.
2. Klinik wahyu. Ini alternatif kalau urgent banget. Jaraknya dekat dari rumah. Kata bidannya, kalau normal, biasanya kalau lahirnya jam 2 pagi, jam 8 pagi udah pulang. Weeeew. Ku suka nih yang kayak gini.
3. RS Pondok Indah Bintaro. Ini alternatif kalau urgent juga. Ini rumah sakit paling dekat jaraknya dari rumah, dan jalannya pun mulus ke sana (ada satu lagi rumah sakit yang lumayan dekat, tapi harus lewat jalur alternatif yang belum mulus dan banyak polisi tidurnya). Saya cek untuk kelas 3 sekitar 13 juta-an. Alamak. Mahal sih, tapi lumayan, masih bisa dicover sebagian dari kantor, jadi nambahnya ndak banyak.
Lalu sudah, bungkus. Ceritalah saya ke teman-teman.. Lalu mereka kaget. "Masa di Jakarta cuma 13 juta sih, Ghe?"
Lalu saya yang kaget. Emang harus berapa?
Lalu mereka cerita, ada seorang teman kantor yang biaya persalinan caesarnya sampai Rp 30 juta.
Alamak?
Katanya jahitannya beda.. Mungkin yang 30 juta nggak sakit. Katanya, seorang Ghea mah harusnya minimal di kelas 1... *mengikuti kata-kata Raditya Dika, siapa sih Ghea itu? :''D
Waduh.. Ini mamak-mamaknya millenials semua apa ya?
Tapi itu cukup bikin saya grogi sih sesungguhnya. Pertama, ini anak pertama. Saya nggak ada ide sama sekali sakitnya akan kayak gimana. Kalau saya googling-googling tentang induksi, sakitnya luar biasa katanya. Makanya, ini usia 7 bulan, saya selalu elus-elus si kakak sambil bilang,
"Kita kerja sama ya, kak.. nanti kakak pelan-pelan kepalanya ke bawah ya, Kak.. biar nggak sumsang dan harus caesar.. Nanti mamah sering-sering sujud deh buat bantuin.. terus nanti kalau sudah saatnya kontraksi, kakak kasih tau mama ya.. biar ngga perlu induksi.. Bismillah.. kita lahiran normal kayak orang zaman dulu aja ya, Kak.. Nanti uangnya bisa ditabung deh.."
Iya, ini karena saya punya target umur sekian bisa pensiun dengan tabungan yang cukup dan rumah seadanya.. Maklum, kan bukan PNS.. jadi mesti bikin pensiunan sendiri.. Belum lagi masih banyak cita-cita yang mau dicapai, misalnya naik haji, jalan-jalan ke Eropa, Ausi, dan Jepang.. Nyekolahin kakak di SD sampai SMA yang bagus.. Yah gitu deh.. jadi kalau ada pos yang bisa dihemat, saya usahakan untuk berhemat..
Tapi karena saya grogi, saya cari-carilah rumah sakit yang kelas 1 atau VIP tapi murah. Lalu ketemu! Ada! Ada rumah sakit yang kelas VIP dan harganya cuma 13 juta.. Bungkus deh yang itu.
Lalu saya googling lah review rumah sakit itu. Eh ternyata oh ternyata, pernah ada kasus malpraktek untuk kelahiran caesar.. Aduh..
Sungguh ku dilema menghadapi proses kelahiran ini. Masih dua bulan lagi. Semoga bertemu rumah sakit yang sesuai kualitas dan budgetnya.. Aamiin. Sehat-sehat ya, Kak..
Senin, Januari 21, 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 any question or statement?:
Posting Komentar