Kamis, Januari 03, 2019

Lagu : Sesaat lagi

Diposting oleh ghea utari di Kamis, Januari 03, 2019
Bus saya sudah hampir tiba ke sekolah.
Kepala saya celingak-celinguk, berharap bus lainnya lewat, dan saya bisa melihat manusia itu,
mungkin untuk yang terakhir kali.
Karena saya sudah tahu, kami akan berpisah sekolah.
Lalu lagu sendu pun mengalir di otak saya,

"Sesaat lagi kan ku rasa.. Ku kan terpisah lagi..
Denting jarum jam terus menari..
Akan kah kau di sini menemani aku?"

Iya, saya baru lulus SMP, jadi memang sedang masa-masa galau.

Pernah suatu ketika kami berdua jalan keluar sekolah.
Saya menuju ayah, dia menuju jemputan.
Lalu ayah bilang, "nanti cari pasangan kayak dia, yang tinggi, bisa ngelindungin"

Iya, ayah bilang ke saya yang masih 12 tahun ketika itu.

---

Saat SMA, saya dengar kabar, dia berpacaran lagi dengan teman sekolahnya.
Sedih, tentu.
Lalu seperti mengalun saja, lagu yang kemarin mengalir, seperti tersambung.

Kembali ke masa itu saat kita masih terdiam terlarut dalam angan-angan
Lalu kau pun menghampiriku, mengajak aku tertawa
Hariku pun mulai berwarna, penuh dengan tawa, haru, ragu, benci
Tapi kau tetap setia, disampingku, menunggu masa depan bersama..

---
  
Manusia ini memang unik. Nggak tahu, hatinya terbuat dari apa. Baik banget.
Dan, ada aja bahan obrolan.
Mungkin ini yang orang bilang "nyambung" atau "connect".
Tapi, pengalaman sering sakit hati lihat manusia ini gonta ganti pacar, terbesit pikiran, seperti ini lebih baik, lebih sederhana.

Saya pernah bercerita di sini, ketika bertemu manusia ini.

"Boseen!! Udah libur belom lu??"

"Udah dari kemaren.. kenapa emang?"

"Jalan yok!"

"Nonton aja yuk! Besok?"

Ah... teman itu sederhana :)

---

Sampai kepada pacar terakhirnya, saya benar-benar give up.
Toh, banyak manusia-manusia lain yang masuk dan keluar.
Kenapa ya, laki-laki susah untuk serius?
Atau sekalinya nyambung, ada zona di mana sama-sama butuh, tapi kebutuhannya beda.
Atau sekalinya nyambung, tapi nggak mau yang lebih lanjut karena urusan profesionalitas.
Atau sekalinya nyambung, sebenarnya kitanya hanya salah satu dari beberapa pilihan.
Atau sekalinya nyambung, tapi salah strategi.

Anehnya, lagunya tidak pernah selesai, seperti menggantung.

--- 

Lalu lagu itu seperti terulang lagi sebelum akad nikah dimulai.


Sesaat lagi kan ku rasa.. Ku kan terpisah lagi..
Denting jarum jam terus menari..
Akan kah kau di sini menemani aku?

Kembali ke masa itu saat kita masih terdiam terlarut dalam angan-angan
Lalu kau pun menghampiriku, mengajak aku tertawa
Hariku pun mulai berwarna, penuh dengan tawa, haru, ragu, benci
Tapi kau tetap setia, disampingku, menunggu masa depan bersama..

 Sesaat lagi kan ku rasa.. Kau tak akan kemana..

0 any question or statement?:

Posting Komentar

 

Jurnal Biasa Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei