Ceritanya lagi berantem sama mas Randi, tapi tetep aja diajak ke Cilegon. Mau saya apa sih?
Dia habis beli hape baru, jadi udah bisa main path, instagram, dan sosial media lainnya. Makan malem di Cilegon, check in dulu di path biar kekinian. "Ngebolang" judul statusnya.
Iseng, saya download lagi path. Tapi... ah cancel. Tapi.. eh coba deh download. Log in. Dan... hasilnya seperti yang saya duga.
Path, biasanya digunakan untuk mengabadikan momen dengan teman-teman dekat. Nggak akan ada tuh yang endorse kita di Path. Isinya PASTI semua adalah orang yang kita kenal dan mereka kenal kita. Bagusnya, kita bisa langsung share sebuah momen ke teman-teman kita. Cuma, di hati saya seringkali ada penyakit.
Saya nggak tahu apa namanya. Apa mungkin penyakit "nggak senang lihat orang lain senang?" atau penyakit "kok dia diundang gue nggak?" atau penyakit "mereka sebenernya bahagia atau sekedar ambil foto langsung share?" atau ini adalah penyakit simple, penyakit sering iri hati?
Saya juga ga paham. Kalau melihat foto-foto teman menikah atau jalan-jalan di instagram, rasanya biasa saja. Cuma, kalau di path, ga tau deh kenapa kok agak geram. Seperti terlalu berlebihan. Terlalu banyak momen yang diabadikan sampai saya kurang paham mana yang betul-betul momen.
Nggak tahu. Yang pasti bikin hati saya kacau. Sudah, uninstall saja. Buka instagram, baca komik dagelan atau tahilalat atau lihat foto-foto nat geo saja. Yang bikin hati tenang.
---
Sampe rumah mas randi masih jam 05.50. Mau ke wisudaannya. Komentar pertama dari ayahnya mas randi dan mas didit adalah "ini kenapa lagi mobilnya? Baru?"
"Iya, baru kegores lagi hari senin"
:')
---
Hey, terima kasih sudah diantar :)

0 any question or statement?:
Posting Komentar