Senin, Oktober 25, 2021

Nggak Didengarkan

Diposting oleh ghea utari di Senin, Oktober 25, 2021

Safa main hujan seperti biasa. Mainnya lama, seperti biasa. Tapi tadi safa tiba-tiba pergi ke tempat ber-keramik yang penuh air. Kaget. Saya bilang, "Safa, udah, ayo". Safa nengok, lalu tetap pergi, nggak mendengarkan.

Kayanya saya selalu kalut kalau nggak didengarkan. Sontak, saya marah. Tapi rasanya safa masih nggak ngerti maksud saya. Entah setan apa yang membuat saya nyiram Safa dari atas, padahal Safa selalu takut nggak berani untuk merem (yang juga sepertinya kesalahan saya di masa lalu).

"Rasanya apa kak? Safa nggak mau mama siram, tapi tetap mama siram? Safa marah? Safa takut?"

"Iya.." Jawab Safa sesenggukan.

"Mama juga sama, mama juga bisa marah, mama juga bisa takut.. Itu yang mama rasain kalau Safa nggak dengerin mama.. Mama minta maaf ya udah bikin kakak marah dan takut"

Walaupun sepertinya akhirnya baik-baik saja, saya tetap menyesal kenapa bisa se-kalut itu. 

Kemarin di rumah mertua, saya bisa sabar mendengarkan banyak kejadian yang ceritanya beberapa bagiannya diubah (terima kasih kepada pak suami yang sudah menceritakan sebelumnya), sindiran kenapa masih jadi ibu rumah tangga padahal si A udah punya ruko, si B udah punya itu.. (ada ya, ibu mertua, nyuruh mantu perempuan buat kerja... hah..). Tapi itu nggak membuat saya kepancing. 

Tadi pagi juga dengerin ibu saya marahin Safa karena nangis habis jatoh "Masa gitu aja nangis", saya bisa ngasih tahu baik-baik.

Tapi ke anak sendiri malah kalut.

Maaf ya, kak, I'll try to be better lagi habis ini..  


---


Kayanya saya selalu ada masalah dengan persoalan "nggak didengarkan". Kenapa ya?


---


Ternyata akhirnya saya pecah telur datang bulan. 

Saya pernah dengar ceramah, karena perempuan yang sedang datang bulan sangat terbatas ibadahnya, maka selama ia datang bulan akan mendapat pahala yang sama besarnya dengan ibadahnya terakhir.

Nggak asik banget saya datang bulan tapi belum solat dan marah-marah.

Setannya seneng kali ya. Selamat ya, you guys.


---


Hal yang baru saya sadari kemarin adalah.. saya benar-benar nggak se-frekuensi sama seluruh keluarganya pak suami. Iya, seluruh.

Saya jadi bertanya-tanya, ini saya yang aneh karena saya punya pandangan lain, atau memang dunia kita berbeda.

0 any question or statement?:

Posting Komentar

 

Jurnal Biasa Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei