Kamis, Desember 10, 2020

Surat buat Safa : Habis marah, Sabar, Ya!

Diposting oleh ghea utari di Kamis, Desember 10, 2020

Hai, blog! Kalau nanti Safa sudah besar lalu dia sedang marah dan terlarut dalam marahnya, ingatkan saya untuk menceritakan hal ini.

 

Waktu kamu masih bayi, mama kaget, ga nyangka ada makhluk hidup baru di dalam rumah ini, dan orang - orang bilang kamu ini anak mama. Mama rasa sudah 9 bulan kamu di perut mama. Tapi setiap kamu rewel, mama ga ngerti kenapa. Mama belum kenalan sama kamu. Maaf ya, kemarin - kemarin kayanya mama keseringan kerja, jadi lupa ngobrol dan kenalan waktu ruh kamu pertama kali ditiup Allah.

Suatu hari, kamu nangis kejar, ketika mama sedang capek dan kerjaan belum selesai. Ayah lagi proyek kala itu. Seolah semua beban diberikan ke mama, semua hal, fisik, finansial, moril.. Popok kamu belum datang, salah mama. ASI di kulkas kurang, salah mama. Kamu rewel ga bisa didiamkan, salah mama. Mama capek. Akhirnya mama menjerit, ga kuat. Kayak semua beban ditumpuk, dan mama sendirian. (setiap ingat malam itu, mama masih selalu mau nangis).

Tapi akhirnya mama sadar.. Ibarat kata sebuah buku, ini adalah awal bab "penyempurnaan iman". Ga ada jawaban lain selain sabar dan yakin.Yakin, kalau sebenarnya mama mampu, semua rezeki baik materil ataupun sesederhana nafas yang mama hirup, itu sudah diatur Allah. Dan sabar..

Awalnya mama ga tau gimana caranya sabar. Tapi selama berbulan - bulan mama belajar untuk nenangin Safa kalau Safa tantrum, mama tau beberapa hal kecil.. pertama, mama ambil wudlu.. kalau ga mempan, mama Sholat untuk mohon sama Allah biar Safa tenang.. lalu mama berpikir keras gimana caranya ngalihin perhatian kamu. Ngajak main lego. Kalau ga mau, ngajak matiin lampu. Kalau ga mau, ajak main masak-masakan. Kalau ga mau, ajak senam. Kalau ga mau, digendong. Kalau ga mau, dikasih nenen. Kalau ga mau, diajak jalan - jalan. Pokoknya sampe mama tau kamu maunya apa, atau seenggaknya pokoknya sampe energi kamu buat marah atau nangis bisa teralihkan.

Jadi, kalau kamu lagi marah, coba alihin energi kamu ke hal - hal yang bermanfaat. Mama, hobinya menulis, jadi mama alihin kemarahan mama untuk nulis di blog. Waktu mama lagi masa - masa depresi, mama lupa kalau mama punya blog ini buat curhat. Hehe.

Kalau ada teman kamu yang bikin kamu marah, lalu kamu balas dengan marah, ga selesai - selesai. Masalahnya ga solve, kita juga ga ngajarin teman kita untuk kebaikan. Senyumin aja. Kalau kata Shering, "Lihat segalanya lebih dekat, dan kau akan mengerti".

Atau, jangan lempar kemarahanmu ke orang lain. Siapa tahu dia tidak bersalah. Atau siapa tahu dia adalah orang yang akan membantumu kelak. Siapa tahu dia sakit hati dan mendoakan yang macam - macam.

Sabar..

Semangaaat! Yang sabar ya, nak... Innallaha ma'asshobirin..


Ciledug, 10 Desember 2020

Ditulis waktu kerja.

Ditulis karena mama juga sedang marah.Hihi

Marah itu manuasiawi, tapi kalau berlarut-larut, udah masuk jadi setanawi.

 

0 any question or statement?:

Posting Komentar

 

Jurnal Biasa Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei