Minggu, September 06, 2020

#CurcolMamak - Anak Lebih Mendengarkan Orang Lain untuk Hal yang Kurang Tepat

Diposting oleh ghea utari di Minggu, September 06, 2020
Tipis sekali jarak antara positif thinking, terima aja, atau bodo amat. 

Hari ini saya belajar satu hal, tentang sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu salah, tapi saya iri saja gitu. Sayangnya, rasa iri ini ngga bisa saya "bodo amat" kan seperti lihat media sosial lalu tinggal close, karena terpampang di depan mata setiap hari.

Tentang sesuatu yang jelas - jelas salah, jadi semakin mikir positif malah semakin gemas sendiri.

Apa itu?

Safa cuma mau makan sama orang lain.
Sama saya lengketnya cuma kalau minta ASI.
Selalu takut kalau mandi sama saya, karena lebih milih mandi sama uti yang nggak perlu keramas.

Ga keramas buat anak bayi itu salah, kan? Saya baru tahu, keringatnya itu lhoo banyak banget.

Ketika tahu Safa ga dikeramasin utinya, ga mungkin saya mikir positif "oh ya, mungkin dengan safa ga keramas, bikin safa jadi suka mandi"

Atau saya harus bodo amatkan saja?

Kesal. Keramas itu hal sepele, tapi karena Safa punya pilihan untuk tidak keramas, jadi ketika saya ajak keramas... rewelnya masya Allah.. 

Jangan ente pikir segampang dengerin anak nangis terus tinggal digendong yaa.. bayangin lagi banyak sabun, di kamar mandi 2 x 2 m, lantai basah, tangan licin lalu anaknya ngeraung-ngeraung minta keluar..

Tapi semakin saya tidak terima atas semua ini, semakin Safa rewel. Dan semakin ibu saya menganggap saya gila, ga bisa ngasuh anak, lalu dikasih aja ke mbaknya.. sesuatu yang bikin hati saya makin patah hati, dan depresi.

Ini drama sepele, tapi buat ibu baru yang ditinggal suami kerja jauh padahal lagi belajar menata hati di tengah keruwetan kerjaan, masya Allah...

Ya, saya belajar satu hal. Semakin saya tidak terima, semakin keadaan menjadi rumit. Ada ego yang ngga terima kalau saya harus menerima sebenarnya. Tapi ego ini harus saya patahkan. Ya, terima saja kalau saya belum bisa jadi ibu yang baik. Senyumin aja.

Tapi, satu hal, omongan yang ga ngenakin hati ga boleh bikin patah untuk belajar. Safa ini anak saya. Pasti ada "klik" momennya.

Akhirnya tadi bangun tidur, setelah dikasih makan brownis, senyum-senyum, eeh, Safa bisa diajak mandi bareng, plus keramas! Habis itu makan! Dan nggak nenen sampai mau tidur! Ga usah ngomel-ngomel juga ke uti karena akhirnya uti sepakat untuk ga terlalu manjain Safa. Soooo happyy! Alhamdulillaah..

Jadi, untuk kalimat yang tidak mengenakkan hati, bodo amat.

Untuk sesuatu yang memang seperti ini saat ini keadaannya, terima saja.

Bahwa keadaan ini masih bisa diubah, be positive.

0 any question or statement?:

Posting Komentar

 

Jurnal Biasa Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei