Diamond, sebut saja nama perusahaan tempat saya bekerja adalah Diamond. Artinya, permata yang sering ditempa, tapi karena itulah nilainya sangat berharga.
Permasalahan di sana unik sekali. Masalah integritas tidak perlu ditanyakan, masalah politik hampir tidak ada. Masalahnya sepele : human & system.
Bayangkan, 4 dari 8 orang divisi saya hamil! Banyak sistem yang bolong sana sini.
Diamond, banyak sekali perubahan yang terjadi in day to day. Mungkin perubahannya lebih cepat dari Start Up sekelas Go-Jek pun. Saking fleksibelnya.
Semalam saya bermimpi, kita semua level executive dan manajerial sedang di speed up untuk memenuhi kekosongan posisi. Semua dituntut untuk berlari cepat, melewati hutan, terjatuh, tanah berlumpur.. tapi saya berhenti. Saya ingat ada nyawa lain di perut saya. Kaki saya tidak bisa berlari. Saya memilih berjalan perlahan.
Dua jalur disediakan. Level manajerial tentu lebih terjal likunya. Ada yang kecewa lalu berbalik arah. Saya tetap maju, pelan-pelan. Beberapa kawan yang juga sama dengan saya di coret sementara dari daftar peserta.
Sampai di arena pertama, semua orang berkumpul. Tapi mereka tidak melakukan apa-apa, hanya menunggu. Kenapa? Karena arenanya belum siap.
Saya mules seperti kontraksi. Bangun. Masih jam 02.30 dini hari. Sepertinya ini kontraksi. Tapi intervalnya masih lama. Saya tunggu, sambil Tahajud, sambil berdoa semoga dilancarkan. Lalu baca surat Ar-Rahman. Lalu baca surat Luqman. Tenang.
Saya tidur lagi, persiapan barangkali akan ada kontraksi lanjutan.
---
Ritual pagi saya adalah main gymball dan berkeliling jemuran. Sambil berputar-putar dengan Gymball, hp kantor saya buka. Whatsapp dari Mba Anna, "Gaes, ada hal urgent yang perlu kita bahas"
Mimpi saya seperti nyata, walau masih belum pasti.
Belum ada 2 minggu saya cuti, perubahannya luar biasa. Berita yang datang terlalu luar biasa. Curhatan-curhatan kosong dari beberapa rekan akhirnya terealisasi, tapi kenapa ketika saya cuti begini? Dan ketika teman-teman di divisi saya juga akan cuti?
hah.. inhale, exhale.. Tuhan tidak akan menguji makhluk melebihi kemampuannya bukan? Mungkin memang saatnya mengupgrade kemampuan. Tapi saya pelan-pelan saja, ya, sambil menunggu arenanya selesai.
Rabu, Maret 20, 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 any question or statement?:
Posting Komentar