Rabu, Oktober 17, 2018

Mencoba Berimajinasi

Diposting oleh ghea utari di Rabu, Oktober 17, 2018
Sekitar satu dua bulan yang lalu, seorang psikolog mewawancarai saya,

"Kalau dulu sebelum menikah, gimana caranya kamu meredam kepanikan kamu?"

Nggak 100% kecemasan saya hilang setelah menikah. Masih saja sering suka mau nangis sendiri, mau teriak sendiri, iya, terutama kalau lagi sendiri.

Tapi sekarang sedang ada si kakak. Malu juga saya kalau sedikit-sedikit cemas, nangis, panik..

Baik, mari kita coba imajinasi positif..

---

Kami terus berlari. Tidak ada yang terlihat. Gelap. Keringat saya bahkan sampai menutup ketakutan saya. Yang saya tahu, di sana ada jalan keluar. Yang saya tahu, suami saya ikut berlari menjaga dari belakang.

Secercah cahaya sedikit demi sedikit muncul. Saya tengok ke belakang, masih tampak suami saya yang dalam lelahnya tetap berusaha tersenyum dan melindungi. Di gendongan saya, anak mungil ini pun masih tersenyum lebar sambil sesekali tertawa kecil.

Ya, itu cahaya, itu memang jalan keluar.

Lalu sampailah kami ke ujung mulut gua nan panjang. Di luar terpampang sungai yang lebar. Airnya jernih bisa di minum. Langitnya hijau membiru.

Perahu kecil menunggu kami bertiga. Suami bergegas menggendong saya dan si mungil ke atas perahu. Ia berjalan belakangan, lalu melepas ikatan.

Perahu kecil kami berjalan pelan mengikuti arus. Dipinggir-pinggir sungai terdapat banyak buah yang bisa kami petik.

Kemana perahu ini akan berjalan?
Seberapa banyak makanan di pinggir sungai cukup sebagai bekal?
Kuatkah si mungil berpetualang denganku dan suami?
Bolehkah aku berlega sebentar sambil memandang suami yang tak hentinya ke kagumi?

I love you, sayangku. I love you mungilku. :)

*kok tetep mewek ya. Kan ceritanya happy ending :'(

0 any question or statement?:

Posting Komentar

 

Jurnal Biasa Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei