Sabtu, Mei 26, 2018

Sabar, Sadar, Ikhlas

Diposting oleh ghea utari di Sabtu, Mei 26, 2018
"Ghe, kayanya buat THR, pajak, sama bayar vendor, nggak cukup nih. Pindahin dari rekening-rekening lain ya"

---

"Pak, saya ditinggal driver. Duh. Izin ke bank ya, Pak?"

"Sama siapa tapi lu?"

"Hmm Eli paling pak"

"Ho.. yo wis, ati-ati tapi, ya"

---

Jalan swadarma macet pisan jam 2 siang. Heran, ni orang-orang pada mau ke mana siik? "Lii, kau ingat jalanan belakang yang tembus ke permata hijau ngga?"

"Coba ku cek di google maps ya, Mba, Ghe"

"Okee, ku puter balik yaa"

Jadi di hari itu, demi cash flow yang aman terkendali, dan karena drivernya mungkin sedang lelah jadi nggak angkat-angkat telfon, akhirnya saya pinjam motor security ke tiga bank bareng Eli. Pulangnya, ada semacam perasaan senang. Sudah lama ngga motoran ke jalan baru seperti ini. Melihat orang lalu lalang, nyasar, ketawa.. i feel alive..

Sampai kantor, ternyata Iefty masih nungguin. Yey, bisa nebeng Iefty sampai Binaro X Change.

Awalnya mau sholat Ashar di Bintaro X Change. Eh, tapi ada In Trans Bintaro. Mau nyobaaa. Duh, tapi udah jam 16.53, belum ashar. Duh, bismillah deeh.

Ternyata si bus ini berhenti di Masji Ash Shaff Emerald, Bintaro. Masjid baru yang terbilang cukup luas. Ibu-ibu berkerudung besar dan bercadar sedang riweuh menyiapkan ta'jil. Sudah lama nggak ke masjid. Saya prefer solat dan mendengarkan kajian dari rumah. Jangan protes. He he.

Rasanya adem.. Habis panas-panasan, masuk masjid, banyak orang dewasa dan anak kecil baca Quran.. Hah.. like in heaven.

Sesudah kesulitan, ada kemudahan. Harus percaya. Harus percaya. Harus percaya.

Hey, nak, kau yang masih dalam bentuk zigotku. Ingat ya,

Apapun yang orang bilang tentang kau, pede saja, selama kau ndak melenceng dari agama.
Apapun yang orang lakukan terhadap kau, maafkan saja, dendam nggak dibawa mati.
Apapun yang membuat mu pusing, ikhlaskan. Kalau nggak kuat juga, masuklah ke masjid. Di dalam sana adem. Percayalah.
Apapun yang membuat kamu malas, mau guru kamu nyebelin, teman kamu nyebelin, maafkan, ikhlaskan. Pokoknya harus sungguh-sungguh dan tekun kalau melakukan sesuatu. Yang ikhlas.
Dan apapun yang membuat kau marah, kesal, iri hati, dan dengki, maafkan, ikhlaskan, pasrahkan. Seolah-olah kau akan mati besok. Jadi jangan bikin hidupmu sia-sia hanya karena kau sempat marah, kesal, iri hati, dan dengki.

Kata ustaz adi hidayat, islam artinya patuh, patuh sama pedoman. Pedoma kita Alquran. Alquran nyuruh kita untuk beramal soleh. Beramal bukan hanya bersedekah, tapi semua aktivitas kita dari bangun sampai tidur, semuanya amal. Amal soleh artinya berbuat yang baik. Jadi harus yang baik-baik jadi orang.

Kata mbah buyut kamu nak, islam itu menyuruh kita untuk sabar, sadar, dan ikhlas. Amal yang baik banget itu nak. Nggak usah mikirin berapa banyak pahala yang kamu dapet kalau sabar, sadar, dan ikhlas. Nggak usah itung-itungan. Yang ikhlas saja.

Semoga kita bertemu ya nak, kau yang masih dalam bentuk zigotku. Salam rindu.

---

"Ghe, udah sampe mana? Ntar ambil susu sama coklat di meja gue ya, buat lu sama eli"


Teman-teman bilang saya suka baper sama Pak Hilman. Padahal nggak sama sekali. Seringkali saya mau nangis karena bapaknya baik banget karena tau apa aja kerjaan saya jadi saya nggak ada di dalam waktu yang bottle neck karena ngerjain beberapa hal menumpuk, tau capeknya saya, sering ngasih-ngasih cemilan sesederhana susu atau coklat, atau tiba-tiba wasap nanya "lu udah hamil belom?" Kayak ayah sama anaknya.

Kalau puasa, nangis batal ngga sih?

Saya ngga butuh jutaan teman, yang penting ada satu dua orang yang ikhlas sayang sama saya, hati ini bahagiaaa sekali. Alhamdulillah..

0 any question or statement?:

Posting Komentar

 

Jurnal Biasa Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei