Di daerah Margonda, ada Mi Aceh yang terkenal dengan kelezatannya. Suatu hari, Gevi mengajak saya yang sebenarnya nggak terlalu suka keluyuran di depok ini untuk pergi ke sana, sambil mengobrol sekenaknya, tentang musik, kehidupan kampus, adat istiadat di Padang dan Jawa, sampai kepada diskusi mengapa banyak yang menghafal Al-Quran tanpa berusaha menghayati artinya, kata per kata. Ya, diskusi ini terdengar ambisius. Entah apakah karena saya yang terlalu detail dan idealis sampai sampai harus arti kata per kata banget.
Kata Gevi, "Agama kita tuh kayak ember yang banyak bolongnya. Misalnya kita harus minum. Buat bawa air, kita cuma punya ember yang bolong itu. Bocor? Pasti. Tapi apa kita ngga bisa ngebawa air pakai ember itu? Ngga juga. Selama kita isi terus embernya, tetep aja kita bisa bawa air ke tempat kita. Walaupun ngga sempurna. Toh, manusia ngga ada yang sempurna kan?"
Hm.. ada benarnya juga. Tapi, belakangan saya berpikir, manusia kan dikasih akal untuk berpikir. Kalau saya sih, akan lebih baik tetap mengisi air, tapi sambil juga belajar bagaimana menambal ember yang bocor. Dicari ilmunya. Dikasih isolasi kek, lakban kek.
Iya, di satu sisi, kita tetap perlu air, jadi tetap harus diisi. Di satu sisi juga, kita ga mau kan terus terusan capek nimba air pakai ember yang bocor?
Kenapa tiba-tiba saya ngomongin ini? Saya gerah dengan orang yang mengaku muslim tapi cara mereka "berdakwah" malah mengumbar kebencian ke sesama manusia. Saya jadi ga tau Islam tuh kek apa. Kakek saya selalu mendoktrin, islam itu sabar, sadar, dan ikhlas. Bukan tukang bengok bengok anarkis seperti yang ada sekarang. Islam tidak pernah memaksa. Nabi Muhammad dikatain, sabar. Diludahin pun, sabar. Gile, beliau yang bener-bener diutus dan pernah ketemu pemilik semesta aja sabarnya luar biasa. Ini kenapa banyak orang-orang jadi sok tahu tentang mana yang benar dan salah seolah olah mereka itu utusan Tuhan?
"Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kesesatan yang nyata, kecuali orang-orang yang beriman, dan membuktikan keimanan mereka dengan mengerjakan amal yang saleh, serta berwasiat tentang kebenaran dan kesabaran" Al-'Ashr 1-3.
Jadi jika ada orang yang ngga sabar dan suka main hakim sendiri.. yah, silakan dipikirkan dan dihikmatin baik-baik apa yang dikabarkan dan diperingatkan oleh Allah melalui surat berjudul Masa. Jadi sebenarnya, siapa yang sesat? Wallahualam.
Minggu, Juni 04, 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 any question or statement?:
Posting Komentar