Minggu, November 06, 2016

Nabung 1 juta sebulan? Nggak cukup

Diposting oleh ghea utari di Minggu, November 06, 2016
"Ghe, kamu bisa nabung satu juta nggak sebulan?"

Sungguh ini pertanyaan cukup membuat saya kaget. Ini pertanyaan muncul tidak hanya satu dua kali, tapi sering banget. Bahkan, beberapa teman yang gajinya di atas saya menabung lebih sedikit dari saya.

"Waduh? Nabung apaan satu juga doang sebulaaan"

"Ha? Nabung apaan satu juga doang sebulan maksudnya?"

"Aku berusaha nabung 60% dari nilai gaji aku.. tapi sebenernya (kalau masih lajang begini) seharusnya 40% tuh udah ideal banget.."

---

Jadi awal pembicaraan kita itu sebenarnya bermula dari mencari-cari tahu berapa gaji teman-teman kita yang bekerja di bank. Saya bilang ke teman saya ini kalau mungkin gaji mereka sama seperti kita, apalagi kalau mereka baru dua tahun. Mungkin hanya berbeda satu atau dua juta. Tapi teman saya ini nggak percaya. Katanya, "Orang mereka aja bisa ke luar negri gitu"

"Kalau feeling aku, mereka tuh sama kayak aku, uangnya mah pas-pasan, tapi disanggup-sanggupin buat pergi ke luar negri.. he he he"

Hu uh, saya ada rencana pergi ke luar negri. Tiket sudah di tangan. Kebetulan si Tyas ngasih tahu ada promo yang harganya sekitar 1/3 dari harga normal. Tapi masih perlu urus visa dan hotel.

Lalu teman saya terdiam.

"Ghe, kamu bisa nabung satu juta nggak sebulan?"

Sungguh ini pertanyaan cukup membuat saya kaget. Ini pertanyaan muncul tidak hanya satu dua kali, tapi sering banget. Bahkan, beberapa teman yang gajinya di atas saya menabung lebih sedikit dari saya.

"Waduh? Nabung apaan satu juga doang sebulaaan"

Lalu saya teringat beberapa orang yang diminta orang tuanya minimal menabung satu juta sebulan. Jadi nggak cuma satu dua orang saja ya yang susah banget nabung satu juta sebulan? Kalau gajinya di range Rp 3 - 4 juta okelah nabung segitu.. Atau kalau memang harus menanggung kebutuhan keluarga, oke juga lah.. tapi kalau gajinya di atas itu dan nggak ada tanggungan... waduh...

"Ha? Nabung apaan satu juga doang sebulan maksudnya?"

"Aku berusaha nabung 60% dari nilai gaji aku.. tapi sebenernya (kalau masih lajang begini) seharusnya 40% tuh udah ideal banget.."

"Dulu waktu di kantor lama kamu udah bisa nabung segitu?"

"Hmmm satu bulan pertama, uang aku habis buat modal ibu kota, beli tas sama sepatu branded, beli tiga empat setel baju kantoran, tapi bulan berikutnya aku usahain buat nabung minimal 40% dari gaji aku"

Kebetulan biaya hidup di kantor lama yang "jakarta style" banget nggak memungkinkan untuk saya nabung 60%. Biaya transport aja sehari kalau lagi kalap bisa 75rb. Belum kalau makan cantik. huhu.

---

Saya jadi ingat, ada seorang teman, gajinya benar-benar dua kali gaji saya sekarang, tapi dia menabung lebih kecil dari saya. Cuma 25% dari total gaji. Well..

Sebenarnya nggak ada aturan baku sih kita harus menabung berapa setiap bulan. Tergantung kebutuhan. Tapi, kalau memang kita diberikan rezeki yang bisa di atas UMR, coba saja ditahan nafsu kita. Coba dibayangin, kalau satu bulan cuma bisa nabung Rp 1 juta, satu tahun jadi 12 juta, dua tahun jadi 24 juta.. Kalau mau nikah dua tahun lagi, buat ukuran nikah di Jakarta, mana cukup Rp 24 juta? Kecuali kalau calon kamu dan keluarganya mau-mau saja, ya Alhamdulillah...

Kalau saya sendiri sih sebenarnya nggak muluk-muluk nikahnya. Yang penting sah di penghulu dan secara hukum. Kalau di kalangan teman-teman, standar menikah itu Rp 150 juta. Saya mah diusahakan nyari yang dibawah itu, trus dibagi dua. Cuma, buat jaga-jaga, target saya, saya perlu ada tabungan Rp 80 juta di tahun 2018. Habis itu, nabung untuk nyicil rumah.

Misalnya saya sekarang nggak ada tabungan sama sekali, kalau saya punya waktu 20 bulan lagi untuk menikah, berarti minimal satu bulan saya perlu menabung 4 jt/bulan.

Kalau saya sudah ada tabungan 20 juta, berarti saya perlu menabung 3 jt/bulan.

Kalau saya sudah ada tabungan 40 juta, berarti saya perlu menabung 2 jt/bulan.

Berarti, intinya nabung 1 juta/bulan ndak cukup. Kecuali kalau tabungan orang tua kamu sudah melimpah dan tabungannya memang untuk kamu.

Kemudian, buat saya, THR dan bonus tuh nggak bisa dihitung. Itu sesuatu yang diluar dugaan. Bisa aja nggak dikasih, apalagi bonus. Jadi nggak bisa diperhitungkan.

Beda dengan bonus, kesehatan perlu diperhitungkan. Soalnya sakit nggak bisa diprediksi, tapi biayanya besar. Asuransi pun mungkin nggak meng-cover 100%.

Contoh waktu ibu saya ada batu di saluran ginjal. Butuh biaya 45 juta untuk ngeluarin. 20 juta di-cover asuransi. 25 jutanya lagi ditanggung sendiri. Jangka waktu hanya 2 hari untuk bayar. Padahal, limit ngambil uang di atm sehari cuma 5 juta. Nah lhoo..

Untung banget, ibu saya punya dua tabungan, saya pun punya dua tabungan.

Berarti, jaga-jaga kita harus ngeluarin uang 25 juta untuk kesehatan satu tahun lagi, berarti kita perlu nabung 2 juta/bulan. Tuh kan.. 1 juta/bulan ndak cukup.

Belum lagi, untuk mengantisipasi pengeluaran dadakan gitu, berarti kita perlu lebih dari satu atm. Untungnya ketika itu ibu saya punya dua atm, saya juga punya dua atm. Jadi hari kedua ketika operasi, saya sudah bertugas ngambil Rp 10 juta dari dua rekening ibu saya, besoknya saya ambil lagi 10 juta. 5 jutanya darimana? Alhamdulillah yak tabungan saya selama bekerja dengan Bu Dahlia ketika kuliah bisa diambil.. fufufu.

Ya... gitu deh intinya nabung 1 juta/bulan ndak cukup untuk hidup di Jakarta, kecuali memang gajimu sama atau di bawah Rp 4jt/bulan, atau kecuali memang kamu memiliki tanggungan.

---

Fyi, kalau saya pribadi, komponen pengeluaran saya satu bulan tuh begini:

Biaya bulanan (asuransi kesehatan, listrik, nyicil motor, pulsa): 23% dari gaji
Transport (Bensin mobil, motor, ojek/taksi online) : 5% dari gaji
Nabung                    : 60% dari gaji
Bayar prokadisu      : 2.5% dari gaji (masih doong bayar prokadisu)
Jajan                         : 9.5% dari gaji

Nabung juga ada proporsinya. Total tabungan satu bulan itu:
85% untuk nikah
5% untuk jaga-jaga
10% untuk jalan-jalan

Cuma, karena tabungan untuk nikah insyaallah sudah terkumpul 50%, jadi proporsi untuk jalan-jalannya ditambah. He he he

0 any question or statement?:

Posting Komentar

 

Jurnal Biasa Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei