Anak akutansi punya kitab selain Alkitab. Namanya PSAK. Tebelnya lebih tebel dari Al-Quran. Terakhir kali baca, waktu pas di kantor lama. Itu pun cuma baca summary nya karena kantor saya yang lama dengan rajinnya bikin PSAK versi pocket. Cuma, aslinya, kitab itu bisa buat dijadiin tatakan makan, nimpuk ular cobra, atau ngehajar gorila. Tebel bingits.
---
Lagi meeting.
"Kalau menurut PSAK xx, sih kayak gitu kalau gua nggak salah inget.." kata bu Yulia ngeliat saya.
Perasaan saya nggak enak.
"Ni ni ni yang baru lulus. Bener kan Ghe??"
Haaaha. Maaaak. Tolong laah. Dibantuu.
---
Selesai meeting. Bu Yulia masuk ruangan analis. Ujug-ujug ke saya. Perasaan saya nggak enak.
"Nih, coba lu baca PSAK ini. Buat summarynya yak"
I.. bu... ka.. mu.. tinggalkan.. kitab ini.. kepadaku..
*antara terharu sambil mau kayang*
---
Bu Yulia lalu keluar ruangan. Bu Dina ujug-ujug masuk sambil ngeliat saya nyium-nyium ini alkitab (yang bagian nyiumnya bo ong),
"Ghe.. kamu yakin bisa nge-khatamin?"
"Al-Quran aja udah berapa bulan belom khatam bu.."
:''
---
Ke Bu Yulia lagi, mau discuss soal inventori.
"Ghe, lu tuh analis atau accounting siik?"
"Saya juga kaga tau buu.."
Padahal dalam hati saya lagi mikir, bukannya awalnya saya diminta buat jadi treasury?
Sabtu, Agustus 20, 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 any question or statement?:
Posting Komentar