Rabu, Agustus 17, 2016

Cerita soal Annisa

Diposting oleh ghea utari di Rabu, Agustus 17, 2016
Ternyata saya satu kantor dengan teman SMA saya. Namanya Redha. Saya hampir yakin semua orang tahu dia. Soalnya, selain Wafi dan Pungky, Redha paling punya muka bayi di sekolah. Kalau kamu punya adek kelas 3 SD, mungkin adek kamu punya wajah lebih tua daripada Redha.

"Lu bareng Yosef bukan sih?" Tanya saya sambil menunggu data yang saya request diolah. Jadi si Redha ini sekolah di Bandung bersama banyak teman saya yang lain. Teman-teman saya memang seperti bedol desa ke kampus itu. Setelah cerita soal teman-teman SMA yang ada di ITB, lanjut lah cerita soal salah seorang teman yang lain..

"Lu kenal Annisa nggak?"

"Hmm.. namanya anak 70, kalau nggak kenal pasti gua tahu namanya.. kenapa emang?"

"Dia kan di UB, Malang.. dia baru meninggal"

"Innalillahi.. kenapa?"

"Kecelakaan.. lagi goncengan sama cowonya, terus ketabrak mobil.. cowonya anak 70 juga. Cowonya selamet, tapi si Annisa nggak. Udah lama mereka pacaran. Miris sih gua jadi cowonya."

Mungkin cerita ini akan jadi cerita biasa saja kalau sehari sebelumnya saya nggak mendengar cerita mengharukan lainnya, yakni cerita soal sepasang suami istri yang baru saja menikah satu bulan, lalu si pria dipanggil lebih dulu.

Umur nggak ada yang tahu. Malu saya banyak banget dosanya. Semoga masih boleh tobat di sisa umur saya ini. Aamiin.

0 any question or statement?:

Posting Komentar

 

Jurnal Biasa Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei