Kami lagi meeting untuk bahas otomatisasi sistem sama tim IT kami sendiri bersama vendor. Ceritanya lagi bahas bank statement.
"Masa tampilan bank statement cuma satu kolom gitu siih?"
"Ini di SAP juga sama kayak gitu.. nih.."
"Ini di SAP juga sama kayak gitu.. nih.."
"Ih, SAP apaan ini.. Coba-coba lu tanya dia nih yang mantan pwc" *nunjuk saya*
*jleb. pengen teriak, ibuuu, iyaaa saya dari pwc, tapi aku ga promote ibuuu. Mental on the name of pwc saya kacau ih. Pernah suatu kali sampai whatsapp kakak di hrd, "Kak Moniic, di sini ada tim konseling nggak ya?"
"Kenapa, Ghe? Stres kerjaan??"
Stresnya bukan karena kerjaannya yang banyak sih, tapi lebih ke high expectation-nya. Huks.
"Pokoknya, ya Mba Deasy. Targetku, aku mau bantuin rapi-rapi sistem di sini sebelum aku nikah. Jadi pas aku nikah, udah ga pusing lagi masalah sistem."
Yeah. Aamiin.
*brb nengok kerjaan. Mmm yang mana dulu yaa yang kece buat dikerjaiin*
---
Daripada itu ibu-ibu dan bapak-bapak ribut yak.. "Mmm.. Mas, kita mesti input bank statement one by one?? Nggak bisa langsung import dari bank statement asli terus di export gitu?"
"Ya.. kita lagi usahain bisa kayak gitu sih.."
"Kalau bisa langsung export, yaa tampilannya mesti debit kredit dua kolom mas.. biar bisa sama kayak rekening koran aslinya.."
"Oh gitu..."
Si tax manager saya baru ngeh, "Oooh ini bank statement... kalau bank statement mah lu mesti dua kolom.. kalau nggak, pusing sih bikin rekonsiliasi nya.."
Udeh. Kelar. Ini Babeh babeh sama emak emak kocak amat sik ributnya. wkwk.

0 any question or statement?:
Posting Komentar