Jumat, Mei 12, 2023

Hidup Up and Down

Diposting oleh ghea utari di Jumat, Mei 12, 2023

 Hidup tuh lucu ya.


Semalam saya happyy sekali mendengar salah seorang teman saya bisa mewujudkan mimpinya. Padahal saya ngga kenal - kenal amat. Namanya Dimas. Saya tahu dia mau apply S2 ke LN, tapi domisilinya di Kalimantan. Dulu sempat saya tanyakan apakah mau sekalian saya ambil ijazah translatenya, tapi dia bilang dia sudah ambil. Beberapa minggu kemudian, dia bertanya apakah saya punya kontak salah seorang dosen. Karena dulu saya pernah bekerja di departemen akuntasi, pastinya saya paham karakter dosen - dosen di kampus. Alhasil saya sarankan untuk minta reference dari dosen A. Dan Alhamdulillah dosen yang saya kenal punya nomernya. Jadilah dia dapat reference dari dosen A. Setelah dia lulus, dia ga lupa mengucap terima kasih ke saya.


Denger dia akhirnya lulus, saya happy pakai banget. Pas dia kirim pesan mengucapkan terima kasih, rasanya kayak ada satu beban yang terlepas.


Lalu hari ini, saya dibuat pusing. 

 

Duh, please jangan lah ngomong fraud ke saya. Buat saya, selama ada pihak yang diuntungkan, walaupun nilainya hanya Rp.1000, itu tetap saja fraud.

 

 

Ceritanya, kita sedang diskusi. Pusing sekali mikir cara biar kita yakin suatu aktivitas itu beneran nyata, tidak fiktif, tapi ga ngerepotin user dengan tanda tangan basah dua belah pihak. Alhasil, kita pakai cara untuk konfirmasi online salah satu pihak, tapi rekan kantor kita tetap tanda tangan basah. Harusnya kalau ini internal ga terlalu sulit ya, dan kalau ada apa-apa kita bisa minta pertanggungjawaban rekan kita ini.

 

Lalu saya dipertunjukkan suatu apps (ini apps lho) yang dalam pengerjaannya tidak melibatkan business partner sama sekali. Yang bikin saya shock, masalah tanda tangan itu tidak ada.  Ga ada tanda tangan, ga ada mengetahui superior via apa pun. 


Dengan flow seperti ini, saya masih dibilang melonggarkan fraud dengan flow yang saya ajukan.

 

Rasanya seperti ada beban yang lebih berat di atas punggung.

 

---

 

Beberapa waktu lalu, saya demotivasi kerja karena gaji yang tidak kunjung cair. Sudah mah harus bayar rumah sakit, ga dapat THR atau bonus, kerja juga sepertinya lebih berat dari yang dapat THR dan bonus, tapi pembayaran gaji dipersulit.. mana suami baru bisa balik akhir bulan.. masha allah ujiannya..

 

---

 

Selesai saya membaca kabar baik dari teman saya semalam, radio Prambors memutarkan lagu Menari dari Maliq & D'Essentials. Serasa seperti Allah mengingatkan saya bahwa keinginan A, B, C itu biar Allah yang mengatur. Tugas saya hanya berbuat baik dan sungguh-sunguh.


Kadang berfikir, apa cuma saya yang selalu bertanya apa saya sudah lebih baik dari kemarin? Atau saya ini makin jauh dari jalan yang lurus? Apa manusia lain juga punya pertanyaan dan ketakutan yang sama soal ini?


Kadang juga berfikir, kenapa saya yang merasa sudah berhati-hati agar terhindar dari perbuatan merugikan orang lain masih suka dibilang merugikan orang lain?


---


Seorang teman yang lain baru saja me-release lagu. Judulnya "Takkan Terulang". Lagunya terinspirasi karena dia belum menikah di usia 30 tahun dan temannya bilang orang yang belum menikah di atas 25 tahun berarti masih egois.


Sungguh logika yang sangat aneh. Dan semakin saya dewasa, semakin sering saya menemukan orang - orang dengan logika aneh. Dan semakin sering saya bertanya ke diri sendiri, "ini orang - orang yang aneh, atau saya yang aneh?"


Tapi ya sudah lah. Sekarang saya ada di fase di mana ketika ada orang punya pemikiran yang menurut saya tidak logis, entah itu tentang dunia atau tentang diri saya, saya akan menganggap "Ya udah lah, kita ngga se-frekuensi aja".


Kalau sudah nggak se-frekuensi, mau dipaksa juga nggak nyambung.


Cuma, sekarang lagi di fase berfikir keras gimana cara merespon hal-hal tidak se-frekuensi tanpa menyakiti.

0 any question or statement?:

Posting Komentar

 

Jurnal Biasa Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei