Jumat, Januari 13, 2023

Berproses

Diposting oleh ghea utari di Jumat, Januari 13, 2023

Kemarin kami pergi ke DC Banten. Dulu, DC area Jakarta terpecah menjadi dua, di Serang dan di dekat area Head Office (Pesanggrahan). Tapi karena DC Jakarta di area Head Office sudah ga lagi cukup menampung kapasitas area jakarta dan sekitarnya, maka kami sewa area pergudangan di daerah Cikande.


Dibanding tahun 2016, masha allah, area gudang sudah meluas sekian kali lipat. Dulu kalau ke DC paling capek lihat barang-barang promosi yang menumpuk sampai berdebu. Sekarang mashaallah, sudah rapi. Area barang fast moving dan slow moving sudah terpisah. Area barang nearly expired pun terlihat. Area packing untuk e-commerce dan toko pun sudah terpisah. 


Kami berkeliling DC ditemani Mas Aril usai diskusi dengan teman-teman admin terkait proses penurunan free products. Mas Aril ini dulu satu ruangan dengan saya ketika mas aril masih jadi admin AR.


Benar-benar time flies yaa. Dulu saya bertemu mas aril selagi mas aril masih kuliah. Dia sudah bekerja di paragon sejak 2012 di DC Pontianak, 4 tahun lebih dulu dari saya, karena mas aril sudah bekerja setelah lulus SMA. Lalu Pak Harman, CEO kami, memberikannya uang sekolah agar ia lanjut kuliah.


Setelah lulus kuliah, dia cukup galau, mau tetap bekerja di paragon, atau melanjutkan cita-citanya jadi entrepreneurship, jualan kripik. Kripik khas kalimantan. Rasanya enak, asin dan kriuk. Padahal sudah dibawa jauh dari kalimantan.


Setelah beberapa pertimbangan, akhirnya mas aril tetap stay di Paragon. Sekarang mas aril naik kelas dari admin AR, jadi Branch Controller di DC Jakarta. Takjub saya melihat mas aril yang ternyata sudah menikah dan punya anak 2 tahun. Haha.


Pulang dari DC Banten, saya menunggu Anin yang masih diskusi dengan Mas Bagus, Pak Rio, dan Bu Tika. Yah.. Akhirnya saya terjebak dengan diskusi ini sampai hampir Isya. Rasanya seperti dijebak sama Allah karena diskusi ini adalah diskusi yang tiadak akhir sejak kerjaan Anin dipegang saya di tahun 2020. Alhamdulillah diskusi ini ada akhirnya malam ini, jadi bisa move on ke masalah lain.


Di jalan pulang, Anin masih sibuk memikirkan apa yang harus dia lakukan besok, dua hari lagi, seminggu lagi, bahkan satu bulan lagi.. sementara saya santai makan Chessburger tanpa memikirkan habis dari rumah anin saya akan pulang lewat kompleks DKI atau jalan raya Ciledug. Kata Anin, ghea banget. 


Sambil di jalan, saya mencoba merekap apa yang terjadi hari ini.


Masha allah.. time flies.. semua berubah. se.mu.a. Eh, bukan berubah. Tapi berproses. Mungkin Anin merasa dia belum selesai mengerjakan apa-apa sampai-sampai dia pusing besok mau ngerjain apa dulu. Padahal, banyak banget hal yang sudah selesai prosesnya, dia hanya melanjutkan proses lain. Pun Mas Aril. Dulu padahal kalau ngobrol sama mas aril seputar serunya episode one piece minggu ini. Sekarang kita jadi ngasih petuah ke Bea soal gimana rasanya jadi orang tua pertama.


Saya lega dan bersyukur, masih dikasih kesempatan mencicipi hidup di usia kepala tiga. Walaupun masih menikmati proses, akhirnya saya bisa melihat hasil dari proses saya di usia kepala dua. Karena waktu kepala dua, saya benar-benar buta atas apa yang akan terjadi di waktu ini, dan bagaimana hal itu mempengaruhi kehidupan saya.


Ternyata, yah, gini gini saja. Ternyata saya, Mas Aril, Anin, DC Banten dan kita semua bisa melewatinya.Dan ya.. gini aja. Nggak se-menakutkan yang dulu kita pikirkan. Ternyata, Allah ada ya? 

 

Jadi menyesal kemarin sempat "bandel". He he. Maaf ya Allah. Saya izin berproses lagi ya, ya Allah. Jangan susah-susah ujiannya. hihi

0 any question or statement?:

Posting Komentar

 

Jurnal Biasa Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei