Jumat, Desember 03, 2021

Bu Risma Rame Lagi

Diposting oleh ghea utari di Jumat, Desember 03, 2021
Karena ramai di medsos yang terdengar menyudutkan Bu Risma, akhirnya saya googling kronologisnya.

Buat saya, bu risma atau mas stefanus ada benarnya. Justru saya mengacungkan jempol ke Bu Risma yang cara bicaranya betul - betul menunjukkan empati dengan gekstur tubuh yang merangkul pundak mas Stefanus dan ditutup dengan "Ibu setuju, tapi ibu harap kita semua harus mencoba, setuju?"

Saya sedikit banyak paham maksudnya Bu Risma dan Stefanus. Mungkin karena saya dari Jawa Timur (lebih tepatnya keluar besar di Surabaya) kali ya, dan kami terbiasa untuk memaksa dan melawan "ketidakbisaan". Coba, di mana lagi kota yang polisinya ga ada cang cing cung perkara tilang? Atau kakek dan nenek yang masih semangat kalau sudah bisa soal pemimpin daerahnya?

Kadang saya berpikir, peningkatan primodialisme di sini belum sebanding dengan ilmu tentang keanekaragaman, bagaimana cara berkomunikasi dengan ras atau komunitas yang berbeda dengan kita.. dikit-dikit suudzon terus.. dikit-dikit somasi..

Mana itu ajaran agama soal husnudzon?

Dan balik ke kasus bu risma, contoh nyata orang bisu yang akhirnya bisa berbicara itu banyak. Sebut saja Helen Keller. 

Kalau misalnya disebut bahwa bahasa isyarat adalah bahasa pilihan yang nggak bisa dipaksa, boleh nggak saya minta untuk ga dipaksa belajar bahasa inggris? Boleh dong.. tapi.. kalau saya mau bersaing di ranah global, ntar dulu ntar dulu.. ga bisa bos.. orang lain ga bisa nunggu.. jadi ya di indonesia aja..

Nah, maksud bu risma itu kan mau anak-anak yang selalu di "prioritaskan" bisa jadi pemimpin atau penggebrak kebaikan macam helen keller.. biar bisa ikutan bersaing di ranah global.

Kalau maksud yang disampaikan bu risma dengan bahasa dan gaya jawa timuran itu ga bisa diterima, harusnya bahasa "baiknya" gimana ya?

Hmm.. mungkin.

1. "Coba Aldi ucapkan pelan-pelan.."
Lalu Aldi bicara terbata-bata
2. Senyum "Bagus, Aldi. Aldi kenal helen keller? Atau Mba Angkie? Walaupun tidak selancar Ibu bicaranya, tapi mereka mau berusaha belajar bicara. Coba lihat apa efeknya? Mereka bisa mengubah indonesia, mengubah dunia. Jadi, Ibu harap, Aldi dan teman-teman di sini mau ya, belajar bicara? 

Sama seperti saya belajar bahasa Inggris. Apakah saya punya opsi untuk tidak belajar bahasa Inggris? Ya.. tapi kalau saya mau menjadi pemimpin bumi, pemimpin dunia, mau tidak mau saya harus belajar bahasa Inggris.

Pun teman-teman. Kalau teman-teman mau memperbaiki Indonesia dan Dunia, Ibu minta tolong, paksakan untuk belajar bicara, ya. Demi masa depan teman-teman disabilitas, demi bangsa Indonesia"

Weeeh. Udah cocok belom jadi presiden? Wkwkwk

*lalu dari belakang terdengar suara tangisan

*ntar dulu deh jadi presidennya, ngurusin calon presiden dulu.

*aamiin.

0 any question or statement?:

Posting Komentar

 

Jurnal Biasa Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei