Kalau yang pintar yang dinafkahi, bagaimana yang bodoh menjadi pintar?
Ini boleh dikatakan tidak adil?
Bukankah orang dipenjara karena kesalahannya? Bukan karena dianya?
Bukankah seharusnya orang ditemani karena dianya? Bukan karena ada maunya?
We can not guess what will happen tomorrow. We didn't know, what happen yesterday. Even, some times we do not sure what we are doing right now. Let me tell my stories. Shiny, windy, cloudy... oh, be happy.. :)
Jurnal Biasa Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei
0 any question or statement?:
Posting Komentar