Minggu, Agustus 19, 2018

Update bulan ke 4 Pernikahan

Diposting oleh ghea utari di Minggu, Agustus 19, 2018
Hai!

Sebelumnya mohon maaf ya blog ku tersayang, sudah tiga bulan nggak dibersihin. Itu laba-laba di mana-mana. Dan maaf, ke sini cuma kalau ada maunya saja.

Normal nggak sih ngerasa bersalah sama benda mati?

Well!

Mari kita update kehidupan.

1. Ada embrio di dalam rahim saya! Alhamdulillah..
Dari kemarin drama banget ke dokter kandungan.

Di bulan kedua pernikahan, saya telat satu bulan. Tapi saya yakin sepertinya bukan karena hamil. Berkali-kali test pack, hasilnya negatif. Lalu saya pergi ke dokter kandungan yang sama dengan dokter yang menangani kasus telat haidnya saya.

Seperti biasa, di dalam ruangan akan ada tiga pasien:
- 1 pasien yang menunggu dibalik tirai sambil duduk menunggu
- 1 pasien yang menunggu dibalik tirai sambil rebahan bersiap diperiksa
- 1 pasien di depan meja dokter untuk melihat hasil

Ketika itu saya adalah pasien yang kedua. Dokter masih berbicara dengan pasien sebelum saya. Katanya, "Embrio ibu nggak berkembang sudah dua bulan. Mau nggak mau harus dikuret sebelum membahayakan. Kalau ibu siap, nanti sore jam 5 bisa. Yang penting habis ini ibu puasa"

Sang suami adalah orang yang paling tidak terima dengan kenyataan. Pasalnya, ini sudah kali ke dua istrinya dikuret dan usia istrinya sudah 42 tahun. Saya hanya bisa berdoa semoga mereka diberikan buah hati.

Tibalah waktunya saya.

Saya pikir ini pemeriksaan seperti biasanya. Tapi oh tapi, dokter minta untuk transvaginal! Aaarghh. Ngilu bener rasanya dan saya nggak kuat. Saya teriak kencang sekali dan dokternya pasrah.

Jadi tidak ada hasil apa-apa saat itu. Dokter hanya bertanya, mau pakai obat perangsang agar haid atau gimana?

Saya pilih untuk menunggu. Obat yang saya beli dari dokter itu ndak saya minum juga.

Sejak saat itu, saya rajin hunting dokter mana lagi yang bisa saya datangi. Alasannya?
- karena saya trauma mendengar hasil untuk pasien lain (nggak kebayang rasanya dikuret kayak apa)
- saya nggak mau transvaginal!

Lalu setelah lebaran saya haid lagi. Alhamdulillah..

Setelah bertanya-tanya ke teman-teman, saya dapat rekomendasi pergi ke Bintaro Women and Children Clinic (BWCC). Saya cek-cek harganya, ternyata harga persalinan di sana yang paling masuk akal. Gilee broo. Di tempat lain yang bukan bidan, harga persalinan normal biasanya di range 10 - 20 juta! Ma' zaang. Ada sih rumah sakit deket rumah Mas Randi yang agak murah, tapi itu pun masih 7 juta an. Beuuh.

Kalau di BWCC, lahir sesarpun masih lebih terjangkau dibanding lahiran normal di rumah sakit lain. Cus lah langsung ke sana.

Waktu test pack masih temaram positif, saya sudah pergi ke BWCC. Dokter yang saya tuju adalah dokter yang kawan-kawan bilang baik. Tapi oh tapi... dokter itu nyaranin untuk transvaginal lagi. Tidaaaak!

Dengan permohonan yang dalam ke sang dokter, akhirnya permohonan diterima. Tapi sesuai dengan prediksi dokter, kalau hanya cek via abdominal, nggak akan keliatan apa-apa karena kantung masih sebesar biji jagung. Saya diminta datang lagi bulan depan.


Tepat setelah satu bulan, tepatnya hari ini, saya kembali ke sana. Tapi dengan dokter yang berbeda. Takut disuruh transvaginal. he he he

Baru ditaruh alatnya sebentar di atas rahim, eeh alhamdulillah kantung dan embrionya terlihat. Ukuran embrio masih 1.46 cm. Bahkan belum ada seruas jari!

Lalu dokter memperdengarkan bunyi detak jantungnya. Subhanallah.. Kok bisa ya muncul makhluk lain di rahim saya? Dan alhamdulillah, detak jantungnya normal dan beraturan.

Can't wait to see my little peanut. Izinkan hamba bertemu dengannya dengan keadaan sehat wal afiat ya Allah..

2. Jadi istrinya kontraktor nggak melulu menyenangkan
Alhamdulillah, mungkin rezekinya si cabang bayi, si suami akhirnya nggak ditaruh di proyek luar jawa. Bahkan cukup dekat, di daerah Dharmawangsa. Alhamdulillah..

Tapi oh tapi.. tetep aja. Kerjanya mulai jam 1 siang sampai 1 malam (hu uh, 12 jam). Hari kerjanya dari Senin - Sabtu.

Yes, jadi Senin - Sabtu cuma ketemu 1.5 jam (dari mulai Shubuhan sampai berangkat). Terus Minggu, cuma ketemu dari bangun tidur jam 5 pagi sampe jam 10 malem (17 jam). Itu pun kalau doi ngga ada acara keluarga. Kalau ada acara keluarga, saya pilih tetap di rumah. Lagi malas bergaul. He he.

Jadi in total, kalau si suami ngga ada acara keluarga, seminggu cuma ketemuu.. 1.5 x 6 + 17 jam = 26 jam! Bayangin kalau suami lagi ada acara keluarga. wkwkwk

Yah namanya juga si suami teh anak kesayangan ya, suka jadi bahan rebutan. Kadang kalau udah kek gini, ngerasa sepiii di rumah. Mau nangis tapi katanya nggak boleh stres.

Makanya deh saya nulis aja. Emang nulis tuh obat paling ampuh buat ngilangin stres! Hahaha

3. Keadaan kantor makin banyak yang taken
Masih nggak nyangka Devita sudah nikah kemarin, dan Aninda minggu depan. Antara happy dan sedih.. Happy nya pakai banget. Udah lama nggak nangis saking senangya. Sedihnya, saya nggak bisa datang ke sana.

Seorang sahabat pernah bilang, "kalau ada sohib gue yang hajatan, gue bakalan bela-belain deh dateng. Soalnya gue tau rasanya kalau sohibnya nggak dateng". Sayangnya orang yang bilang ini justru nggak dateng di nikahan saya. Dan saat itu, saya baru sadar, nggak semua orang yang saya anggap sahabat menganggap saya seperti itu juga. Dan rasanya memang nggak enak.

Kenapa ya hidup ini banyak banget dramanya? Nggak di keluarga, nggak di temen, nggak di kantor... Kalau pas hari H-nya sih rasanya mau nangis, tapi kalau udah kek gini, jadi pengen ngetawain hidup aja. Jadi pengen jalan-jalan... liat langit biru yang luas, suara bising kendaraan, aroma laut, menikmati kenyasaran..

Dan ketika nggak bisa dateng ke nikahan Devita dan Anin, rasanya saya yang badmood sendiri. Berulang kali minta maaf karena nggak bisa hadir..

---

Ya segitu dulu deh updatenya.. hihi

---

Beberapa waktu yang lalu, saya terjebak dengan obrolan bersama satu.. dua.. 6 orang anak HCM. Lalu mereka yang kebetulan masih single-single bertanya, "Apa yang mba ghea nggak dapetin lagi setelah menikah?"

Saya jawabnya sih ketika itu nggak ada. Everything seems the same. Mungkin karena saya laper jadi nggak bisa jawab. Kalau saya renungi sekarang.. ya, ada enak dan nggak enaknya.. Seperti yang saya tulis sekarang.

:)

---

Pengen jalan-jalan.

 

0 any question or statement?:

Posting Komentar

 

Jurnal Biasa Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei