Jumat, November 24, 2017

Diposting oleh ghea utari di Jumat, November 24, 2017
I just cant manage my heart.
Untungnya punya blog yang ngga ada yang baca, bisa nulis uneg-uneg tanpa harus banyak debat sama orang.

Saya sedang ngga habis pikir sama hati saya sendiri.
Kenapa saya ngga suka sama lagu melawan dunia ya?

Kalau bisa digambarkan, malah justru kesal.
Kenapa ya?

Oke. satu-satu coba dibreakdown.

Nadanya? Ngga ada yang salah.
Bajunya? Ngga ada yang salah.
Liriknya?

Hmm

Melawan dunia ya.. hmm..

Saya kurang suka sama sesuatu yang mencoba menentang takdir. Dengan cinta mereka mau mencoba melawan penyakit yang belum ada obatnya. Seperti menomor satukan cinta, dan menomorduakan Tuhan. Seperti manusia bisa mengubah segalanya dengan kegigihan. Lalu dijadikan lagu, beserta video klipnya. Jadi seperti sedang mengobral hei cinta bisa ngubah segalanya lhoo.

Mungkin karena rasa kesal saya ini, perasaan yang seharusnya sedih karena ada bayi mungil tanpa dosa diambil lagi sama sang kuasa, ini malah sebal sama yang bawa lagunya. Karena mereka mengobral tangan manusia, bukan tangan Tuhan.

Kalau jangan denger kata orang, tapi berjuangan sendiri, masih ok. Tapi kalau sudah melawan dunia, melawan takdir..

Daripada saya berkata, "nggak, omongan orang itu nggak bener. saya yang bener", lebih baik saya berkata "oh, dia ngomong itu. Tapi saya pilih yang ini". Tanpa harus menjustifikasi ini benar atau salah. Karena banyak hal yang terlalu rancu. Karena banyak kejadian yang seringkali menunjukkan bahwa benar itu salah, dan salah itu benar. Karena dari sekian banyak kejadian, beberapanya seperti Tuhan sedang menguji, ketika kita memilih si benar dan si salah, apakah Ia ada bersama kita.

0 any question or statement?:

Posting Komentar

 

Jurnal Biasa Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei