Rabu, Januari 01, 2014

Kembang Api

Diposting oleh ghea utari di Rabu, Januari 01, 2014

2010 aku melihat kembang api dengan penuh rasa haru dan syukur. 2011 aku melihatnya tak lebih dari sekadar zat kimia yang berubah energi menjadi cahaya dan berjalan ke arahku. 2012 aku merasa senang dan deg-degan menatapnya, dan sedikit kesal karena berisiknya. 2013, aku merasa tenang walau tidak terlihat semenantang tahun lalunya.

Setiap tahun baru, yang saya tunggu adalah melihat kembang api dan mencari tahu apa yang saya rasakan ketika melihatnya. Tahun 2009 Kami pergi monas. Tahun 2010 tidak sengaja terhenti di tanah lapang karena macet. Tempat itu terletak di dataran tinggi. Tidak sedikit mobil box berisi anak-anak kecil yang datang. Ternyata dari tempat itu Kami bisa menikmati kembang api dari seluruh antero Bintaro.

2011, Kami melihat kembang Api di Ancol. 2012, 2013, dan 2014 kemarin, Saya hanya akan berlari ke loteng rumah.

Ingin tahu saja, bagaimana alam akan bekerja dan memengaruhi manusia ini ditahun tersebut. Apa kamu bisa melihat perbedaan cara mereka meletupkan kembang api setiap tahun? Perbedaan dari manapun, dari jumlahnya, jenis kembang apinya, lokasi penembakan dan arah diluncurkannya, berapa lamanya, atau bahkan... dari mana kamu melihatnya, pakai baju apa kamu saat melihatnya, dan apa yang kamu persiapkan untuk menunggunya.

Tahun 2014, kata mama tahun kuda. Semoga energinya membawa kebaikan. Resolusi 2014? lulus tepat waktu, diberikan pekerjaan yang berkah, dan nonton Sherlock Holme season 3. Wohow!

2 any question or statement?:

Anonim mengatakan...

oi, Ghe, dihapus lagi blognya? haha.

kadang emang susah ya klo mau move on.

ghea utari on 2 Januari 2014 pukul 20.40 mengatakan...

Kakak!! Yang belum move on sebenernya siapa -______-"
2014 kak... ayo ayo move on.... disegerakan kak, segerakan... *yes! mehehe

Dihapus bukan karena mau move on kak... karena nggak pengen dibaca-baca orang aja... kalau ga ada hambatan, harusnya bakal ketemu muka-muka baru soalnya kan tahun ini... :D

Posting Komentar

 

Jurnal Biasa Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei